Kiat Mudah Bisnis Melalui Internet

Rabu, 22 September 2004 13:06:15
Artikel Iptek - Bidang Industri dan Perdagangan
Kiat Mudah Bisnis Melalui Internet
Oleh Dr. Marsudi Budi Utomo

Berita atau informasi manfaat IT (Information Technology) dan Internet terutama di bidang bisnis nampaknya sudah sedemikian banyak. Beberapa potret perusahaan telah menjadi pengukuh perkembangan e-business di Indonesia. Terlepas dari baru sedikit yang sukses, itu sudah menjadi babak awal yang cukup menggembirakan. Harus diakui bersama, bahwa perusahaan-perusahaan multinasional masih menjadi gerbong perkembangan e-business di Indonesia. Ekspansi bisnis mereka jelas menjadi tantangan yang harus dijawab para pebisnis nasional. Dalam Internet Bubble [1] sekarang, bisnis di Internet mendobrak batasan ruang dan waktu. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pasar Amerika dibandingkan dengan perusahaan di Eropa, atau bahkan dengan perusahaan di Amerika. Sebaliknya perusahaan luar negeri dapat dengan mudah mengakses pasar Indonesia. Jika hal ini tidak mendapat perhatian, maka pasar dalam negeri kita akan dijarah oleh perusahaan asing.

Terhapusnya batasan ruang dan waktu dengan adanya Internet membuka peluang baru untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Ini memunculkan istilah remote working atau teleworking. Seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dari rumah tanpa perlu memikirkan masalah lalulintas. Hal di atas menunjukkan adanya peluang-peluang baru dalam bisnis dengan adanya IT dan Internet.

Bisnis terkait dengan IT dapat dibedakan menjadi dua: pertama adalah bisnis IT yaitu IT dijadikan sebagai sebuah produk, dan kedua bisnis menggunakan IT artinya IT digunakan sebagai alat (tools). IT disini meliputi hardware dan software, juga on-line dan off-line. Jadi sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk IT atau dapat menggunakan IT untuk menghasilkan produk atau layanannya. Untuk yang terakhir ini, IT dijadikan sebagai tools, bukan sebagai “end product” seperti yang akan dibahas di makalah ini.

Peluang bisnis melalui internet

Pengguna Internet di Indonesia berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) hingga akhir semester I 2004, jumlahnya diperkirakan telah mencapai 10 juta pengakses. Cara akses mencakup baik yang terhubung dari akses perumahan, perkantoran, sekolah, hingga publik warnet. Jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dengan kondisi tersebut, diperkirakan hingga akhir tahun ini jumlah pengakses Internet di Indonesia dapat mencapai 12 juta pengguna [2, 3].

Jika dilihat dari aksesnya, sebagian besar sambungan Internet di Indonesia masih berupa akses dial-up, yaitu sekitar 90%. Baru sekitar 10% dari sambungan Internet di Indonesia yang telah menggunakan akses komunikasi data berkecepatan tinggi (broadband access). Target pertumbuhan pengakses termasuk target penetrasi Internet di Indonesia untuk tahun ini diperkirakan akan terlampaui. Ini didukung oleh pertumbuhan pengakses Internet yang melonjak tajam dari sekolah dan pemda [2, 3].

Dari data di atas terlihat, bahwa peluang bisnis melalui internet terbuka lebar. Pertumbuhan pengkases juga terus melonjak setiap tahun. Dilihat dari jumlah pengakses internet tersebut, ini berarti bahwa bisnis melalui internet sangat menjanjikan. Dengan kata lain, calon pembeli di market/pasar internet adalah 12 juta orang sampai akhir tahun 2004.

Diasumsikan bahwa di pasar internet ada satu Internet Shop Sejahtera. Dan diasumsikan bahwa prosentasi pengakses (access rate) adalah 0.01%, dan sharing market dengan pebisnis lain di internet adalah 5%. Maka dari 12 juta pengguna internet di Indonesia ada 60 pengguna yang akan mengunjungi Internet Shop Sejahtera. Apabila 1 pengguna mewakili 1 order, dan produk yang dijual adalah produk untuk konsumsi/kebutuhan harian, maka dalam hitungan satu tahun akan ada total 60X365=21900 order dengan prospek keuntungan sebesar 219 Juta Rupiah apabila tiap satu order memberi keuntungan 10000 Rupiah.

Asumsi perhitungan di atas akan berubah sesuai dengan perubahan jumlah pengakses internet, asumsi rate akses, dan asumsi sharing market. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peluang bisnis di internet itu ada, hanya tantangannya ada pada produk yang dijual, artinya apakah produk itu merupakan kebutuhan utama dari pengakses internet atau tidak. Produk ini bisa berupa barang keras (produk SPP : sandang, pangan dan papan) dan barang lunak (jasa dan service).

Kiat Memulai Bisnis melalui Internet

Pelaku bisnis melalui internet kebanyakan adalah pebisnis UKM, atau home-based. Sehingga dikenal istilah home-based-internet-business, internet bisnis SOHO (small office/home office) dan sejenisnya. Home-based-business ini hanya memerlukan modal awal yang kecil, tetapi begitu bisnisnya dijalankan dengan benar akan menghasilkan income yang besar. Bisnis ini bagi orang-orang yang selalu mencari peluang usaha dan para wirausahawan di internet (atau istilah barunya adalah netrepreneur, gabungan dari kata ‘internet’ dan ‘entrepreneur’), internet telah menjadi sarana yang sangat mudah dan cepat untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut Dr. Ken Evoy, pendiri website ‘Make Your Site Sell !’ [4] yang sangat sukses, ada 3 langkah besar untuk menjalankan internet bisnis, yaitu :
Langkah 1 : Mengembangkan produk unggulan yang akan dijual di web shop.
Langkah 2 : Membangun web shop yang mampu menjual produk tersebut.
Langkah 3 : Menarik pengakses internet untuk berkunjung ke web shop tersebut.
Bagi netrepreneur, langkah pertama akan diawali dengan analisa market internet untuk mengetahui kecenderungan pasar (market tend) terhadap produk. Analisa ini bisa dilakukan dengan mengumpulkan data produk tersebut melalui search engine, surat kabar, program televisi atau sumber lain. Produk dari hasil analisa pasar ini akan menjadi produk unggulan, produk laik jual. Produk ini akan memenuhi proyeksi keuntungan yang diperkirakan di awal.

Langkah berikutnya, yaitu membangun website atau homepage untuk web shop dengan tampilan yang menarik sebagai tempat untuk menjual produk unggulan dan produk-produk lainnya. Akan tetapi perlu diingat bahwa karakteristik pengakses internet di Indonesia adalah 90% mengakses dengan dial-up [2, 3]. Sehingga tampilan web shop dengan content yang berat hendaknya dihindarkan, karena akan susah diakses dan sangat lambat.

Langkah 3 adalah langkah terakhir yang paling menentukan berhasil atau tidaknya bisnis melalui internet. Semakin banyak pengakses internet yang mengunjungi web shop, semakin membuka peluang penjualan produk. Dengan kata lain, adalah bagaimana menjadikan web shop memiliki akses ranking yang tinggi, sehingga apabila ada pengakses internet yang akan mencari suatu produk bisa dengan mudah ditemukan di web shop tersebut. Salah satu indikasi akses ranking yang tinggi dari sebuah web shop adalah apabila kita search kata yang ada pada content web shop, hasilnya muncul pada halaman pertama. Tabel 2 menunjukkan traffic rank dari beberapa website menurut Alexa.[5]

Tabel 2 Rangking trafik situs/website menurut statistik Alexa per 23 Agustus 2004
Alamat situs (ranking)

http://yahoo.com (1)
http://yahoo.co.jp (9)
http://amazon.com (23)
http://republika.co.id (59909)
http://sejahtera.marsinna.com (93524)
http://ilmukomputer.com (315116)
http://www.newsweek.com (334703)

Beberapa kiat untuk menaikkan ranking situs.[6]
- Situs web shop yang sederhana, tetapi menarik dan ringan diakses
- Konten website berisi kata-kata umum dan baku
- Mendaftarkan situs web shop di semua search engine
- Membuka web shop di situ web shop mall yang sudah terkenal
- Bergabung di web shop Mall yang gratis
- Mengiklankan web shop di web engine (Google, Yahoo, Infoseek, dll.)
- Tukar menukar banner dengan web shop yang lain (reciprocal link concept)
- Membuat “mail magazine”

Kendala Bisnis melalui Internet

Akhir-akhir ini banyak berita mengenai perusahaan-perusahaan dotcom yang bangkrut. Data memang menunjukkan bahwa hanya 5% dari puluhan juta website yang mampu bertahan dan memperoleh keuntungan dari internet bisnis. Banyak perusahaan besar yang terkena ‘internet business syndrome’ dengan menginvestasikan dana besar untuk ikut masuk ke dalam bisnis internet, tapi tanpa menjalankan bisnisnya dengan konsep manajemen yang jelas dan benar.

Beberapa kendala dalam melakukan bisnis melalui internet (kasus di Indonesia) bisa disampaikan sbb. Kendala ini sekaligus menjadi tantangan dan peluang bagi netrepreneur untuk meraih kesuksesan berbisnis melalui internet.
1. Terbatasnya sambungan internet broadband baik berbasis DSL/ADSL dan fiber optic.
2. Kurang adanya kepercayaan terhadap internet banking untuk e-payment atau pembayaran electronik via internet dengan kartu kredit yang dikeluarkan bank lokal Indonesia. [2]
3. Kurang adanya sarana penunjang bisnis internet, seperti layanan “pembayaran antara” untuk COD (Cash on Delivery) dan layanan antar barang.
4. Masih rendahnya kepercayaan masyarakat kepada web shop, yang selaras dengan masih kuatnya pasar tradisional. Rendahnya kepercayaan masyarakat ini juga didukung oleh kurang bisa dipercayanya pelaku web shop dalam berbisnis di internet.
5. Minimnya propaganda berbisnis melalui internet oleh pakar IT maupun netrepreneur/pelaku bisnis di internet.
6. Belum adanya dukungan pemerintah atau lembaga terkait dalam hal kebijakan dan regulasi.

Kesimpulan

Bisnis menggunakan IT dan internet sebagai alat (tools) bukan sebagai “end product” berpeluang menjadi bentuk baru dalam bisnis. Dengan dukungan jumlah pengakses Internet di Indonesia yang cukup besar (12 juta pengguna) dan akan terus melonjak pada tahun-tahun berikutnya, membuka peluang bisnis melalui internet terbuka lebar. Dengan melakukan asumsi pengakses dan analisa market di internet, dapat diprediksikan prospektif bisnis melalui internet. Beberapa kiat telah dipaparkan untuk melakukan manajemen bisnis di internet secara optimal. Meskipun prospek bisnis melalui internet berpotensi berkembang, tetapi perlu disadari juga adanya kendala-kendala yang cukup menghambat laju perkembangan tersebut. Bagaimana cara mengatas kendala-kendala tersebut adalah diluar jangkauan makalah ini.[] (Makalah ini pernah disampaikan di Seminar Internet untuk bisnis yang diselenggarakan oleh SMANSA Solo, Agustus 25, 2004)

Referensi:
1. http://www.spectacle.org/0101/bubble.html
2. Cyberfraud: Pertaruhan Citra Indonesia di Industri E-Commerce Global ,wartaekonomi.com, 18 Agustus 2004
3. http://www.apjii.or.id/
4.http://search.yahoo.com/search?p=Ken+Evoy&ei=UTF-8&fr=FP-tab-web-t&cop=mss&tab=
5. http://alexa.com
6. Web Shop, Penerbit Seitosha, 2002 (Bahasa Jepang, http://seitosha.co.jp)

Marsudi B. Utomo, Dr. E-mail: mars3@marsinna.com (http://mars.marsinna.com). Peneliti di Shindengen Electrics MFG., Co. LTD., Japan. Advisory Board ISTECS Japan. Founder Web Shop Sejahtera E-Halal Food - Halal E-Mart (bisnis berbasis internet di Jepang http://sejahtera.marsinna.com, dan juga situs Open Source Manajement (http://osm.marsinna.com tetapi sedang dalam konstruksi)

Sumber : www.beritaiptek.com

No comments: